Saeful Amri

Guru di SD Alam Ar Rohmah Malang , tepatnya di jl jambu no. 1 Sumber sekar Dau Malang. Hobi suka mencoba hal2 baru. Berasal dari kota kendal .* Salam kenal...

Selengkapnya
Ujian Hidup
Orang merenung ketika ada masalah

Ujian Hidup

Setiap manusia yang hidup didunia ini, pasti diberi ujian oleh Allah SWT. Tidak jarang dari mereka yang tidak lulus dari ujian, banyak pula yang selesai dengan sempurna. Apa sebenarnya yang membuat mereka tidak lulus dari ujian hidup ini?. Dan mengapa mereka juga banyak yang mampu menghadapi ujian hidup?

Ujian hidup yang diberikan kepada Allah bermacam-macam jenis dan tingkatannya, sesuai kadar kemampuan manusia itu sendiri. Allah memberi ujian kepada manusia sebenarnya sudah sesuai dengan kapasitas manusia itu sendiri, sehingga seharusnya manusia itu mampu menghadapi ujian yang mereka alami.

Ujian diklasifikasikan secara sederhana menjadi dua hal yaitu ujian dhohir dan ujian bathin. Ujian dhohir adalah ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia, yang mana bisa dilihat oleh kasat mata. Seperti halnya ujian kematian, sakit, anak istri, harta benda, jabatan, pengkhianatan, dan kemiskinan serta masih banyak sekali contohnya. Kebanyakan manusia dengan ujian dhohir ini merasa berat dan payah.

Kita bahas sedikit tentang salah satu ujian dhohir yaitu musibah kematian. Orang mati tidak pernah bisa diprediksikan waktu dan tempatnya. Ujian yang berpola misterius namun pasti akan dialami oleh setiap orang. Terkadang keluarga yang ditinggal merasa kehilangan yang berlebihan. Sikap yang ditunjukkan ketika terjadi musibah ini seringkali apatis, menolak , tidak terima dan bahkan melakukan perbuatan yang tidak pantas seperti menangis dan teriak-teriak. Padahal hal ini, sangat dilarang oleh agama. Nabi kita Muhammad Saw juga beberapa kali mendapatkan ujian ini, dari mulai ayah, ibu, paman dan anak-anak beliau yang meninggal dunia. Namun beliau sangat yakin itu adalah ujian Allah dan Allah mempunyai maksud yang indah kedepannya.

Selanjutnya ujian berupa sakit, orang hidup pasti pernah sakit. Ada yang sakit ringan, sedang bahkan berat mendekati kematian. Salah satu hikmah sakit adalah melebur dosa-dosa manusia itu sendiri. Hanya saja banyak orang yang tidak mengerti hikmah tersebut, sehingga mereka menjalani ujian dengan sangat berat. Dikarenakan rasa sakit yang sangat parah. Tidak jarang manusia yang berputus asa dengan sakitnya yang tidak kunjung-kunjung sembuh. Padahal Allah lagi melebur dosa-dosanya.

Kemudian Ujian bathin adalah ujian yang diberikan kepada Allah yang tidak kasat mata berkaitan dengan hati dan pikiran. Hati yang gelisah dan pikiran yang ruwet merupakan ujian bathin. Ujian ini adalah ujian yang sering dilalaikan oleh manusia. Karena mereka para manusia lupa sumber yang memberikan ujian ini. Contoh nyata ujian ini adalah kurangnya iman sehingga berpengaruh dengan tenang tidaknya hati dan kurangnya ilmu dan pengetahuan sehingga tidak mendapatkan solusi ketika terjadi masalah-masalah.

Hati gelisah yang dialami manusia disebabkan oleh manusia tidak lagi mengingat Allah atau jarang berdzikir. Jarang pula aktivitas yang disandarkan kepada Allah SWT. Begitu pula dengan ujian kebodohan atau ketumpulan pikiran merupakan ujian yang berat dan parah, karena hidup tanpa ilmu dan pengetahuan ibarat orang yang berjalan dikegelapan tanpa cahaya.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa orang-orang yang tidak lulus ujian Allah SWT disebabkan oleh tingkat keimanan terkait takdir Allah yang baik atau buruk sangatlah rendah, sehingga mereka memandang ujian itu sebagai sesuatu yang gagal dan susah payah. Padahal disitu ada peranan Allah yang dominan bahkan segala kejadian sudah ditakdirkan oleh Allah. Dan berlaku sebaliknya bagi orang-orang yang lulus ujian hidup.

Kemudian orang-orang tidak memahami sifat sabar, jarang orang ketika mendapatkan musibah bisa bersabar. Padahal sabar mampu menjadikan orang itu lebih tenang dan segalanya disandarkan oleh Allah SWT. Sabar ini memang membutuhkan latihan-latihan, sehingga orang lebih mengerti hikmah orang yang sabar.

Semoga bermanfaat .

#Edisi Renungan Hidup#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali